Saturday, November 17, 2012

Thursday, November 15, 2012

Thursday, November 1, 2012

Sumpah Pemuda itu Supply Chain Management

SOEMPAH PEMOEDA

Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

Hampir semua bangsa Indonesia mengenal teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan diWaltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie Kong Liong. Dengan panitia kongres pemoeda yang terdiri dari berbagai latar belakang jelas sekali bahwa inti Soempah Pemoeda adalah Supply Chain Management.

Kata “satoe” yang ada di soempah pemoeda kiranya mengacu ke ‘satoe’ hal yaitu Supply Chain Management mindset.

Manajemen Rantai Suplai (Supply chain management) adalah sebuah ‘proses payung’ di mana produk diciptakan dan disampaikan kepada konsumen dari sudut struktural. Sebuah supply chain (rantai suplai) merujuk kepada jaringan yang rumit dari hubungan yang mempertahankan organisasi dengan rekan bisnisnya untuk mendapatkan sumber produksi dalam menyampaikan kepada konsumen. (Kalakota, 2000, h197).

Ada 3 (tiga) aliran yang mengalir dalam Supply Chain Management, yaitu arus Barang, Informasi dan Uang yang dalam bahasa sederhana dapatlah digambarkan sebagai suatu pemerataan akan distribusi ketiga hal tersebut.

Penguasaan prinsip end to end dengan dibantu Logistik di masing-masing entitinya seperti Procurement Management, Warehouse Management, Inventory Management, Transportation Management, Material Management, Distribution Management dan lainnya memang tidaklah mudah tetapi dapat dilaksanakan jika kita sudah mempunyai mindset yang sama, yaitu Supply Chain Management.

Prinsip koordinasi dan integrasi haruslah dipegang dalam Supply Chain Management dengan mengedepankan prinsip bangsa diatas golongan.

Jika anda dapat membayangkan atau mendengarkan serta membicarakan Supply Chain Management, pikirkanlah suatu rangkaian rantai yang saling menyambung membentuk rangkaian kuat yang tidak terpatahkan.   Seperti itulah seharusnya suatu bangsa yang bernama Indonesia.

Supply Chain Management yang menjadi ‘ikatan’ bagi seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke sehingga tidaklah perlu orang berbondong-bondong merantau ke pulau Jawa untuk sekedar mencari arus barang, informasi dan uang.  Melainkan ketiga hal tersebut sudah menyebar merata.

Mengapa sekarang ikatan rantai itu rapuh dan bahkan putus diantaranya?  Hal tersebut karena tidak adanya backbone yang menaungi semua yaitu persamaan mindset.  Sehingga jelaslah bahwa mindset menduduki nomor satu dalam prasyarat pelaksanaan MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi) Republik Indonesia dapat berjalan dengan mulus laksana arus lalu lintas tol dalam kota pukul 2 dini hari.

Bagaimanakah caranya mendapatkan persamaan mindset tersebut, dapat digunakan metode pendidikan bahwa kita ini senasib sependeritaan dan mempunyai common enemies.  Seperti alasan bersatunya The Avengers dalam film mereka yang berjudul sama.

Apa dan siapakah musuh bersama kita itu?  Dapatlah kita tunjuk, misalnya, kebosanan kita akan harga tinggi akibat high cost economy sebagai akibat tidak adanya efisiensi dalam distribusi.  Namun saya lebih suka menyebutkan  contoh, misalnya produk impor untuk barang sejenis yang dapat diproduksi di dalam negeri.   Sadarkah kita jika ada 1 (satu) produk impor sejenis yang laku terjual maka aka nada 1 (satu) produk lokal yang tidak laku terjual?  Tentunya contoh dengan memakai produk lokal dapatlah dimintakan kepada para pemimpin kita agar terjadi proses benchmarking dan duplikasi

Apabila sudah menyebar merata, dapatlah dikatakan bahwa bangsa dan negeri ini sudah gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo.  Bebas dari radikalisme dan vandalisme.

Salam Logistik dan Supply Chain,
R. Didiet Rachmat Hidayat, A.Md, S.E, M.Si
Pemerhati Logistik
e-mail/YM/FB/Twitter/Linked In/Skype: didiet.hidayat@yahoo.com
Blog: didiet-hidayat@blogspot.com

Tulisan ini juga dimuat di http://managedaily.co.id/column/index/category/quality_management/2524

Monday, April 23, 2012

Afiqa, Ber-BB, Berbehel dan Berponi ....

Rabu, 11 April 2012 16.43 WIB
(Management – Quality) -  Adalah Afiqa yang sekarang sudah menginjak usia remaja sehingga apabila diibaratkan sekuntum bunga yang mulai mekar ceria meskipun masih belum menuju kematangan kedewasaannya.

Afiqa tidaklah sendirian lagi dalam menghabiskan waktunya atau sekedar bermain boneka, ia kini sedang senang-senangnya hangout dengan teman-temannya, baik di mall, cafe atau konser, apakah sekedar chit-chat atau mencari identitas diri.

Jika anda mencoba mencari sosok Afiqa, dijamin anda akan menemui sedikit kesulitan karena adanya kesamaan diantara Afiqa dan teman-temannya.  Sebuah kesamaan penampilan yakni berBB, berbehel dan berponi.

Bahkan Afiqa dan teman-temannya inipun mempunyai suatu posisi tidak ergonomis yang khas, yaitu membungkuk seperti menghormati senior atau kepala sekolah yang sedang lewat di hadapan dan bisa melakukan oto acting, yaitu senyum-marah-manyun-tersipu sendiri.  Bahkan terkadang menangis juga bisa dilakukan sambil tetap memandangi layar BB-nya dengan perasaan sayang.  BBF artinya sekarang bukan Best Friend Forever lagi melainkan BB Forever, kata Afiqa sambil tetap memantau layar BB-nya.

You are what you type  Begitulah pribahasa jaman sekarang.  Janganlah ragu untuk selalu mengupdate status meskipun sedang ke rest room.

Ujung ibu jari Afiqa dan teman-temannya yang mulai agak kapalan pun sangat terlatih untuk menekan tuts di keypad yang kecil.  Sehingga memungkinkan adanya peluang bisnis baru berupa perawatan ibu jari di salon terkemuka agar tetap pada kondisi steady dan tidak cantengan.

Sungguh, kemiripan Afiqa dengan teman-temannya seperti kata pepatah bagaikan mencari jarum di toko roti.  Bukannya mendapatkan jarum malah mendapatkan berat badan naik.

Persamaan diantara Afiqa dan teman-temannya inipun mengingatkan saya akan adanya pasar bebas ASEAN untuk beberapa produk dan jasa, yang akan didahului oleh pasar bebas SDM Logistik ASEAN di tahun 2013.  Pelaksanaan pasar bebas ASEAN akan mempunyai impak sekaligus tantangan bagi para pelaku bisnis khususnya Logistik.

Betapa tidak, diperkirakan bahwa bisnis, khususnya Logistik dan Supply Chain di Indonesia akan menjadi ‘generik’ seperti penampilan Afiqa dan teman-temannya.  Semua akan memberikan services, harga, SOP bahkan platform kerja yang generik juga.

Lantas dimanakah perbedaan serta competitive advantagenya?  Untuk itu, iinkanlah saya mencoba sharing akan hal-hal yang menjadi pembeda bisnis yang satu dengan yang lain.

Yang pertama adalah kualitas SDM nya.  Benar, bagi sebagian besar pengusaha masih melihat SDM sebagai pedang bermata dua, sebagai cost dan asset.    Sehingga apabila terjadi pengurangan cost dalam suatu perusahaan, umumnya yang ikut dipotong adalah biaya training atau pelatihan.  Bahkan tak jarang diiringi pandangan apabila seorang pegawai ditraining maka siapa yang akan bisa menjamin loyalitasnya dengan tetap stay di perusahaan dan bukannya mencari peluang baru di perusahaan saingan sejenis.

Pandangan tersebut dapatlah diterima karena memang tidak ada yang menjamin tetap stay nya seorang pegawai meskipun terkadang di sertai dengan kontrak atau perjanjian kerja paska training.  Saya tidak akan memperdebatkan mengenai masalah ini, karena yang saya ingin sampaikan sesuai paragraf sebelumnya adalah kita berada di pasar bebas ASEAN yang artinya kompetisi menjadi semakin ‘kejam’ dan masif.

Hambatan lain dalam pengembangan kualitas SDM, khususnya di bidang Logistik dan Supply Chain adalah biayanya yang menurut sebagian besar pebisnis cukup mahal.  Pertanyaannya mahal dibandingkan dengan apakah?  Apakah lebih mahal dibandingkan dengan ambruknya perusahaan yang sudah lama dirintis atau lebih mahal dibandingkan dengan pusing kepala yang akan dialami oleh para pebisnis akibat persaingan bebas ini?  Jawabannya silakan anda hitung dahulu secara angka.

Pelatihan pengembangan kualitas SDM di bidang Logistik dan Supply Chain seperti yang dilakukan oleh salah satu School of Supply Chain and Logistics in Indonesia dengan program sertifikasi profesionalnya kiranya dapat dijadikan suatu acuan.

Memang konsep SDM Logistik dan Supply Chain yang mumpuni adalah linear baik dari pendidikan akademisi maupun terapannya.  Namun, mengingat pasar bebas sudah didepan mata, sambil menunggu konsep pendidikan akademisi adalah keputusan bijaksana untuk ‘mengupgrade’ kemampuan SDM di sisi terapan atau praktisinya terlebih dahulu.

Selain itu tentunya lebih menyenangkan mempunyai SDM dalam artian kualitas dan kuantitas yang mencukupi, tidak lebih apalagi kurang.  Pas dan Just In Time.  Buatlah tenaga SDM anda dengan konsep minimalis.  Sudah tidak jamannya lagi memiliki struktur organisasi yang ‘overweight’, sekarang jamannya ‘slim’ dan ‘gesit’.  It’s time to get shape and move on.

SDM mumpuni merupakan aset yang sangat berharga dan menjadi pembeda bisnis anda bagi kepuasan pelanggan.  Sedangkan hal kedua yang menjadi pembeda bisnis anda adalah penerapan IT dalam suatu organisasi bisnis, khususnya di Logistik dan Supply Chain.  Mirip dengan pandangan akan SDM, masih banyak pebisnis yang melihat bahkan mendengar ataupun merasakan bahwa IT hanyalah semata-mata cost, cost dan cost.  Memang harus diakui bahwa implementasi IT diawal cukup membuat banyak kehilangan nafsu makan dan susah tidur jika melihat dana yang harus dikeluarkan.  Yang ingin saya paparkan adalah apakah anda ingin lebih kehilangan nafsu makan dan susah tidur yang notabene membuat risiko penyakit tukak lambung akut jika bisnis yang anda miliki harus terpinggirkan akibat ke’cupu’an anda?

Bukan berarti anda harus menyewa atau membeli suatu program IT berharga ribuan dollar yang tidak sebanding dengan bisnis anda.  Bukan itu, karena program IT yang bagus untuk bisnis adalah yang sesuai dengan yang anda butuhkan sekarang dan mempunyai kemampuan untuk dikembangkan di masa mendatang tanpa merubah platform yang telah ada sekarang.

Program standar seperti WMS (Warehouse Management System), TMS (Transport Management System) maupun lainnya dapatlah anda diskusikan dengan para pebisnis software untuk disesuaikan dengan budget anda.

Penggunaan IT dalam konsep Logistik selain untuk mempercepat lead time adalah untuk menekan cost secara jangka panjang.  Jadi sebenarnya anda sedang membuat program untuk penghematan disisi cost dan peningkatan kualitas disisi lainnya.  Sekali lagi, pilihannya tergantung anda.

Penggunaan IT yang mumpuni akan semakin meningkatkan kepercayaan pelanggan jika anda pintar memanfaatkannya.

Hal ketiga adalah transparansi.  Mengapa demikian?  Tentunya dengan maraknya penggunaan IT – serta SDM mumpuni – akan menimbulkan suatu iklim bisnis positif yaitu semakin transparansi.  Adalah para pelanggan anda yang akan semakin mempercayai anda dan SDM anda karena informasi yang mereka dapatkan sebagai bagian dari proses komunikasi akan mereka dapatkan langsung dengan bantuan program IT yang anda miliki.

Tidak perlu repot menelpon maupun mengirimkan fax untuk konfirmasi, tinggal sign-in, lantas terpampanglah informasi bisnis yang diinginkan.  Semudah itu.  Tentunya harus disetting tinggal privacy dan kerahasiaannya sesuai dengan yang anda inginkan.

Adalah naluri manusia untuk berbisnis dengan orang yang lebih mereka percaya diantara banyak orang yang mereka percaya.

Akhirnya, ijinkanlah saya mengakhiri tulisan ini karena sudah terdengar panggilan masuk ke studio sebuah bioskop untuk menyaksikan pertunjukan film “Love is You” nya Cherry Belle.  Memangnya hanya Afiqa dan teman-temannya saja yang bisa gaul?

*Tulisan diilhami oleh GD – mahasiswa S1 Konsentrasi Manajemen Logistik & Material 2008 sebuah PTS dan telah dimuat di http://managementdaily.co.id/column/index/category/quality_management/2448 *

(Didiet Hidayat /IK/vbm)
@Didiet_Hidayat
e-mail/FB/YM/Skype: didiet.hidayat@yahoo.com